Posts

Showing posts with the label kehidupan

IF YOU WANNA GO, JUST GO!!!

In my life, I never ask anyone to stay. In any context. Apakah itu keluarga, teman, kolega, even the significant other. If you choose to leave, then leave. Itu yang selalu saya katakan kepada mereka. Bahkan saya tidak pernah mengawali pertemanan, approach terlebih dahulu, apalagi sampai meminta kontak. Bukan berarti saya antisosial atau fobia dengan manusia. Dalam prinsip saya, jika kamu ingin mengenal saya lebih dekat, silakan. Saya open dengan semua orang dan dengan semua pengalaman. Tetapi, jika pada waktunya nanti kamu menginginkan untuk pergi, silakan juga. Mungkin kata-kata lebih tepatnya adalah saya tidak ingin terikat dengan manusia, tidak ingin menggantungkan kebahagiaan dari manusia lainnya. Ketika rekan kerja yang paling akrab dengan saya mengatakan bahwa Ia ingin resign, saya hanya mengatakan, “Jika itu membuatmu lebih bahagia, kenapa tidak? Jika tempat barumu jauh lebih baik dari ini, kenapa tidak?” Saya tidak akan memintanya untuk tinggal, walaupun saya akan kehilangan ...

"JODOH, IT'S ABOUT THE RIGHT TIME AND THE RIGHT MAN"

Image
Selalu percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan. Semuanya sudah digariskan. Bahkan daun yang jatuh dari suatu ranting sekalipun merupakan takdir-Nya. Berbicara tentang takdir, tentang jodoh, membuat saya ingin menuliskan suatu kisah. Pertemuan singkat saya dengan seorang gadis yang membuat saya menyadari suatu hal: bahwa masing-masing dari kita akan dipertemukan dengan jodohnya masing-masing di waktu dan tempat yang tepat. Maka, tidak perlu ngotot, maksa, dan terburu-buru. Beginilah ceritanya (dibuat seolah-olah terjadi hari ini) Hari ini salah satu hari yang saya tunggu-tunggu, menghadiri suatu konferensi terkenal dan saya sangat terobsesi dengan acara tersebut. Bahkan saya berharap, suatu saat saya akan menghadiri konferensi ini bukan lagi sebagai peserta, melainkan pembicara. Konferensi dimulai pukul 10.00 di Balai Kota Bandung. Namun, seperti hari-hari biasa, saya harus  mengurus hewan di lab dulu. Malangnya, entah kenapa hari ini petugas lab nya...

SEPUCUK SURAT DARI DOPPELGANGER-MU

Image
Relativitas waktu. Bagi orang yang sedang menunggu, 5 tahun adalah waktu yang sangat lama. Sedangkan bagimu, Doppelganger-ku, 5 tahun berlalu begitu cepat, karena kamu tidak pernah membiarkan dirimu diam tanpa melakukan apapun. Hei, sudah sejauh manakah kakimu melangkah? Sudah makin dekatkah kamu dengan tujuanmu? Jangan terlalu cepat kamu berjalan. Aku kewalahan mengikuti ritmemu. Namun, pada akhirnya aku sadar. Secepat apapun aku berlari untuk menemuimu, aku tidak akan sampai padamu, karena kita terhalang waktu. Walau begitu, tulisan ini dapat menembus waktu. Maka, biarlah surat ini yang mewakiliku untuk menemuimu 5 tahun lagi. Surat ini akan membuatmu merenungi kehidupanmu 28 tahun ini. 1. SUDAHKAH MIMPI BESARMU YANG KAU UKIR SEJAK KECIL INI TERWUJUD? Dari dulu kamu selalu terobsesi dengan psikologi dan neuroscience. Ingatkah malam-malam panjang yang kamu habiskan hanya untuk mempelajarinya? Rela menyingkirkan buku farmasi dan menggantikannya dengan Neuroscience. K...

MY DREAM JOBS, BUT, ARE THEY POSSIBLE?

Image
“Bermimpilah seperti anak kecil. Bagi mereka, dunia itu tak terbatas. There’s always a possibility for everything.” http://www.careertoolbelt.com/ Saat ini saya menyandang status SWASTA (mahasiSWA Tingkat Akhir). Bukan beban yang mudah.  Setelah saya lulus, di manapun berada saya akan dipandang oleh orang-orang dengan embel-embel almamater saya, kampus gajah.  Beberapa orang sudah menanyakan kepada saya, “Mau ke mana saya setelah lulus?” Jujur, ini adalah pertanyaan yang paling susah dijawab. Tahun-tahun lalu, saya mantap sekali ketika menjawab pertanyaan ini. Semakin ke sini, dengan melihat kekompleksan kepribadian saya, saya menjadi merasa tidak cocok di mana-mana. Pada intinya pekerjaan impian saya adalah yang memenuhi kriteria berikut: - Cukup privacy (cukup ruang untuk diri sendiri), tidak membutuh social skill. - Tidak dipimpin dan tidak memimpin - Pekerjaan bervariasi - Full of challenge - Mendapatkan pengetahuan baru setiap harinya Jadi, ini be...

BEING LISTENER, WHY NOT?

Image
“We have two ears and one mouth so that we can listen twice as much as we speak” www.pacificcolaborative.com Saya masih nggak paham, di mana letak susahnya mendengarkan orang lain. I love being a listener . Ketika saya mengatakan ini pada orang-orang, mereka seperti tidak percaya. Dan ketika saya googling, ternyata benar, bahwa sebagian besar orang lebih suka bercerita ketimbang mendengarkan cerita orang lain. Bahkan, saya jarang sekali lupa apa yang orang lain ceritakan kepada saya, berkebalikan dengan materi kuliah, yang *blam* langsung hilang setelah saya menginjakkan kaki ke luar kelas. I love being a listener . Apapun. Mulai curhatan murahan tentang gebetan, curhatan depresi, kelainan mental, keluarga, akademik, kehidupan, dsb. Saya senang mendengarkan. Kata-kata favorit saya yang saya lontarkan kepada teman yang tidak bertemu setelah bertahun-tahun adalah, “How’s your life?” Saya mencoba bertanya pada diri saya sendiri, apa serunya mendengarkan cerita orang lain? D...

DEDIKASI UNTUK IBU

Image
Ibu. Apa itu ibu? Seseorang yang saya sebut dengan panggilan 'mama'. Sosok ibu yang pertama kali terpikir ada di benak saya adalah, sabar. Eh ada kata lainkah untuk menggambarkan sifat 'amat sangat sangat sangat sabar'? Kalo ada, saya mau pakai kata itu saja. Ibu adalah seseorang yang ditakdirkan menjadi anak tunggal. Mungkin rasa kesepian yang menghantuinya selama bertahun-tahun dalam kehidupannya, membuatnya balas dendam. Akhirnya lahirlah kami, 6 bersaudara ini. Seperti di prolog, ibu adalah sosok yang sangat sabar dan jarang mengeluh. Ia jarang menceritakan kesusahannya, kesedihannya kepada siapapun. Tipikal orang yang sangat introvert. Hei, introvert tidak sama dengan pendiam. Dari luar, ibu adalah orang yang ramah. Hanya saja, banyak hal-hal dalam kehidupannya yang menurutnya lebih baik ia simpang sendiri ketimbang dibagikan dengan orang lain. Berbeda dengan ayah yang lucu, ibu adalah orang yang ' garing '. Ketika orang lain tidak tertaw...

DEDIKASI UNTUK AYAH

Image
Ayah. Apa itu ayah? Seseorang yang aku sebut dengan panggilan 'papa'. Sosok ayah yang pertama kali terpikir ada di benak saya adalah, ' nrimo dan ngalah '. Maaf, gak ada kata dalam bahasa indonesia yang menggantikan verb jawa ini. Hal yang paling saya kagumi dari ayah: beliau rela memberikan apapun untuk anak-anaknya, rela ngalah demi anak-anaknya. Selama anak-anaknya jadi orang yang baik, selama anak-anaknya sehat, pintar, dan solih solihah, itu saja sudah cukup. Gak perlu hidup mewah, gak perlu gadget canggih dengan harga jutaan untuk ia pamerkan ke rekan-rekannya. Beliau tidak pernah peduli. Ayah, seseorang yang selalu menegaskan pentingnya moralitas dalam kehidupan. Kami, enam bersaudara ini adalah anak-anak yang secara akademis di atas rata-rata, selalu dapat peringkat di dalam kelas. Tapi, yang perlu dicatat, ayah tidak pernah mempersoalkan kalau kami mendapatkan nilai jelek. Pol-polan cuma ditertawakan atau disindir, karena hobi ayah memang be...

SEBUAH KISAH FIKSI TENTANG 'USAHA', 'PERSISTENT', 'PERSEVERE'

Image
Hei, hari ini aku punya sebuah cerita fiksi. Sebuah analogi tentang 'usaha', tentang tekun, dan gigih, atau aku lebih suka menyebutnya dengan istilah persistent atau persevere. Jangan tanya dari mana aku mendapatkan kosa kata ini, ceritanya panjang. Oke, kita mulai saja. Pada suatu hari, ada suatu bola api yang menamakan dirinya 'eternal flame'. Apapun yang dia lewati pasti luluh lantah, hangus terbakar. Semuanya. Mulai dari bahan yang memang mudah terbakar, plastik, kayu, kertas, hingga bahan-bahan keras, baja, besi pun bisa hancur. (Jangan berpikir terlalu logis, namanya juga fiksi). Pada suatu hari, ia melihat sebongkah es dari kejauhan. Dia heran sekali, biasanya es akan meleleh pada radius 50 meter dari tempat ia berada. Namun, bahkan ketika jarak mereka hanya 20 meter saja, es itu tetap berbentuk es, tak sedikit pun meleleh. Ia semakin mendekat. Radius 10 meter. Es masih tetap pada tempatnya. Radius 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1... 90 cm, 80, 70, 60, 50, 40, ...

FREAK REASON DI BALIK AMBIS

Image
AMBIS! Another slogan for this semester. Why? Neli yang super selow tiba-tiba ambis? Neli yang jarang membuat targetan, mendadak jadi memiliki segudang target dan mau jadi sok sibuk begini? Simple saja, ada satu aturan hidup di dunia ini. Selalu ada alasan di balik segala sesuatu, jika kamu mampu melihatnya. Begitu pula perubahan saya. I HAVE TO MOVE ON!!! Kesibukan adalah pelarian yang tepat. Ya, semakin sibuk, saya semakin mudah melupakan hal-hal yang tidak ingin saya ingat. Saya makin mudah melupakan kenangan-kenangan yang tidak ingin saya ingat. Bukan karena buruk, justru karena terlalu indah. Saya makin mudah meninggalkan masa lalu saya. Saya makin mudah meredakan homesick saya. Saya ingin bekerja seperti kuda. Ngampus pagi, pulang malam. Di kos tinggal tidur. Maka saya harus tetap aktif, saya harus tetap bergerak. Walaupun fisik saya lelah, setidaknya hati saya tidak lelah. Saya ingin kembali kepada prinsip saya. Berguru pada abangnya sherlock, Mycroft Holmes, ...

PADA AKHIRNYA, TETAP HARUS MEMUTUSKAN

Image
Be Grown UP! That's the right slogan for this last year. Karena di tahun inilah, entah kenapa begitu banyak hal yang harus diputuskan, yang harus dipilih. Bagi seseorang yang selalu mengagungkan yang namanya TAKDIR, memilih dan memutuskan adalah hal yang selalu sulit. Bagi pemuja TAKDIR, selalu saja ingin dipilihkan. Ingin sesuatu terjadi, yang menghapus opsi-opsi yang ada, dan hanya menyisakan satu pilihan. Sehingga tidak perlu memutar otak untuk memutuskan. Mungkin itu adalah sisi kanak-kanak saya. Saya tidak berani memilih. Saya tidak berani memutuskan, karena takut diminta pertanggungjawaban. Takut untuk menyesal. Ingin dipilihkan, sehingga seandainya pilihan itu salah, ada pihak yang bisa disalahkan. Ingin hanya ada satu pilihan, sehingga jika endingnya tidak baik, saya kan bisa berkata, "Waktu itu cuma ada satu pilihan. Lha saya bisa apa?"  So CHILDISH!!!  Hei, pernah mendengar suatu riset menarik?   Suatu riset pernah dilakukan terhadap 6 negara (USA, In...