Posts

I LOVE NEUROSCIENCE, DOES IT MATTER?

Image
- "Kenapa sih kamu seneng banget Neuroscience? Sejak kapan?" - People are curious about this. I dont know how many people who asked me about it. http://graduate.carleton.ca/wp-content/uploads/prog-banner-phd-neuroscience.jpg Well, bagi saya itu bukan suatu pertanyaan yang sama sekali mudah untuk dijawab. Orang-orang di sekitar saya tahu betul bahwa saya suka sekali mempelajari bidang tersebut. Mungkin sesekali mereka memergoki saya sedang membaca psychology today. Atau ketika meminjam laptop saya dan mencari film, mereka menemukan satu folder yang berjudul TED, dan ketika 'double click' langsung muncul puluhan video TED bertemakan Neuroscience. I don't know, maybe some of them will se mee, as a freak, but I don't care. I'm a truly introvert. Don't compel me to deliver a speech in front of many people. You'll see me trembling and sweating. And you'll hear annoying sound 'ehmmm' with a high frequency, maybe it can be 10...

GAS AIR MATA, AMANKAH?

Image
(Artikel ini pernah dimuat di majalah Rhamnosa edisi 3)  Gas air mata ( tear gas, lacrimatory agent ) merupakansenjatakimia non letal yang tergolong dalam riot control agents . Senyawa ini menstimulasi kornea pada mata untuk mengeluarkan air mata. Selain itu, senyawa-senyawa ini juga dapat menyebabkan iritasi pada mulut, hidung, tenggorokan, paru-paru, dan kulit. Biasanya, senyawa yang digunakan adalah Chloroacetophenone (CN), Chlorobenzylidenemalonitrile (CS), Chloropicrin (PS), Bromobenzylcyanide (CA), dibenzoxazepine (CR). CS sudah lama ditengarai dapat menimbulkan keracunan sianida. Ketika CS dimetabolisme dalam tubuh, sianida akan terdeteksi di dalam darah. Berbagai penelitian telah dilakukan terhadap hewan untuk menguji toksisitas CS. Penelitian pada monyet menunjukkan batas dosis letal terendah adalah 11.246-62.400 mg.min/m3. Dengan maraknya isu tersebut, peneliti Mesir, Mohy K El-Masry dari Ain Shams University melakukan penelitian terhadap demonstran kerus...

JIKA SAYA MENJADI DOSEN

Image
Ini hanya pengandaian belaka. Jika saya menjadi dosen, saya tidak akan mempermasalahkan jumlah kehadiran mahasiswa. Nggak masalah kalau dia tidak pernah datang ke kelas saya. Selama nilai ujiannya cukup bagus tanpa mencontek, ya sudah, lulus. Lalu kehadiran untuk apa? Hanya untuk melihat usaha. Sebagai contoh ada mahasiswa yang nilainya jelek, tetapi dia selalu hadir di kelas saya dan berkelakuan baik, bisa saja saya meluluskannya. Nah, kalau dia nilainya jelek, dan sering absen di kelas saya, baru saya tidak menolerirnya. Toh sebenarnya, dengan mahasiswa membaca textbook dan tanpa datang ke kelas saya, mungkin saja dia bisa menguasai materi yang saya ajarkan di kelas. Bukankah otak manusia itu luar biasa? Kita bisa kan mempelajari apapun secara otodidak sebenarnya? Beberapa orang menggunakan sarana kuliah hanya untuk mencari titel formal. Sebenarnya kalau orang itu belajar sendiri pun, mungkin dia bisa. Jika saya menjadi dosen, saya tidak akan mempermasalahkan mahasiswa y...

THAILAND... YIN DEE TEE DAI ROO JAK

Image
"Ucapan adalah doa". Saya tidak pernah menganggap serius pepatah ini sampai akhirnya saya mengalaminya sendiri. Sekitar Juni 2013 lalu saat saya pulang ke salatiga, saya melihat adik saya mengenakan kaos bergambar gajah, dan saya berkomentar. "Ih kok lucu, beli di mana?". "Ini kan oleh-oleh papa dari Thailand," timpal adik saya. "Lah kok aku gak dibeliin?"  Terus Ibu saya menjawab, "Sebenarnya dibeliin, tapi dikasihin ke dek kiki (sepupu saya) yang kebetulan pas banget berkunjung saat ayah saya pulang dari Thailand. "Yaah, yaudah deh, besok-besok aku bakal beli sendiri." Saya mengucapkannya dengan guyon , not taking seriously. Sampai suatu hari, perkataan ini menjadi nyata. Sekitar bulan November lalu, Sekolah Farmasi ITB membuka apply untuk program semacam visitasi ke Chiang Mai University, dan saya mencoba untuk meng-apply. Selang bebeberapa hari kemudian, saya beserta 15 orang lainnya terpilih untuk mengikuti program ini....

DEDIKASI UNTUK IBU

Image
Ibu. Apa itu ibu? Seseorang yang saya sebut dengan panggilan 'mama'. Sosok ibu yang pertama kali terpikir ada di benak saya adalah, sabar. Eh ada kata lainkah untuk menggambarkan sifat 'amat sangat sangat sangat sabar'? Kalo ada, saya mau pakai kata itu saja. Ibu adalah seseorang yang ditakdirkan menjadi anak tunggal. Mungkin rasa kesepian yang menghantuinya selama bertahun-tahun dalam kehidupannya, membuatnya balas dendam. Akhirnya lahirlah kami, 6 bersaudara ini. Seperti di prolog, ibu adalah sosok yang sangat sabar dan jarang mengeluh. Ia jarang menceritakan kesusahannya, kesedihannya kepada siapapun. Tipikal orang yang sangat introvert. Hei, introvert tidak sama dengan pendiam. Dari luar, ibu adalah orang yang ramah. Hanya saja, banyak hal-hal dalam kehidupannya yang menurutnya lebih baik ia simpang sendiri ketimbang dibagikan dengan orang lain. Berbeda dengan ayah yang lucu, ibu adalah orang yang ' garing '. Ketika orang lain tidak tertaw...

DEDIKASI UNTUK AYAH

Image
Ayah. Apa itu ayah? Seseorang yang aku sebut dengan panggilan 'papa'. Sosok ayah yang pertama kali terpikir ada di benak saya adalah, ' nrimo dan ngalah '. Maaf, gak ada kata dalam bahasa indonesia yang menggantikan verb jawa ini. Hal yang paling saya kagumi dari ayah: beliau rela memberikan apapun untuk anak-anaknya, rela ngalah demi anak-anaknya. Selama anak-anaknya jadi orang yang baik, selama anak-anaknya sehat, pintar, dan solih solihah, itu saja sudah cukup. Gak perlu hidup mewah, gak perlu gadget canggih dengan harga jutaan untuk ia pamerkan ke rekan-rekannya. Beliau tidak pernah peduli. Ayah, seseorang yang selalu menegaskan pentingnya moralitas dalam kehidupan. Kami, enam bersaudara ini adalah anak-anak yang secara akademis di atas rata-rata, selalu dapat peringkat di dalam kelas. Tapi, yang perlu dicatat, ayah tidak pernah mempersoalkan kalau kami mendapatkan nilai jelek. Pol-polan cuma ditertawakan atau disindir, karena hobi ayah memang be...

SEBUAH KISAH FIKSI TENTANG 'USAHA', 'PERSISTENT', 'PERSEVERE'

Image
Hei, hari ini aku punya sebuah cerita fiksi. Sebuah analogi tentang 'usaha', tentang tekun, dan gigih, atau aku lebih suka menyebutnya dengan istilah persistent atau persevere. Jangan tanya dari mana aku mendapatkan kosa kata ini, ceritanya panjang. Oke, kita mulai saja. Pada suatu hari, ada suatu bola api yang menamakan dirinya 'eternal flame'. Apapun yang dia lewati pasti luluh lantah, hangus terbakar. Semuanya. Mulai dari bahan yang memang mudah terbakar, plastik, kayu, kertas, hingga bahan-bahan keras, baja, besi pun bisa hancur. (Jangan berpikir terlalu logis, namanya juga fiksi). Pada suatu hari, ia melihat sebongkah es dari kejauhan. Dia heran sekali, biasanya es akan meleleh pada radius 50 meter dari tempat ia berada. Namun, bahkan ketika jarak mereka hanya 20 meter saja, es itu tetap berbentuk es, tak sedikit pun meleleh. Ia semakin mendekat. Radius 10 meter. Es masih tetap pada tempatnya. Radius 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1... 90 cm, 80, 70, 60, 50, 40, ...